4 Cara Memilih Cemilan Optimal Pendamping Mpasi, Batasi Makanan Olahan

obatgondok.my.id – JAKARTA – Musim libur Nataru alias Natal dan juga Tahun Baru telah dimulai. Bagi Anda yang dimaksud miliki balita, tentu persiapannya harus lebih lanjut matang.

Bagi bayi yang digunakan masih Mpasi , tak semata-mata mempersiapkan makanannya saja, juga cemilan . Hal ini menjadi bagian pada memberikan asupan nutrisi untuk si kecil.

IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menyarankan para orangtua yang miliki anak balita untuk menyiapkan cemilan dua kali pada sehari. Cemilan ini tak sekadar enak saja, juga harus padat nutrisi, walaupun porsinya kecil.

Memilih cemilan sehat untuk anak

1. Beri cemilan bernutrisi

Dokter Spesialis Anak, Lucia Nauli Simbolon, Sp.A, M.Sc mengungkapkan sebagai bagian dari Mpasi, memberikan cemilan pada anak harus mengandung nutrisi untuk mengupayakan berkembang kembang anak. Banyak orang tua memberikan sayuran rebus lalu buah untuk cemilan.

“Ini boleh saja, tapi jangan terlalu banyak sebab sayur serta buah mengandung serat tinggi, yang mana bisa jadi menghambat penyerapan nutrisi penting, dan juga menciptakan si kecil cepat kenyang. Bila ingin memberikan buah atau sayur sebagai snack, maka jaraknya jangan terlalu dekat dengan waktu makan utama berikutnya,” ujar dr Lucia.

Dokter Lucia menambahkan si kecil harus mendapatkan makanan bergizi dari protein hewani yang mengandung zat besi yang dimaksud cukup. Menurutnya cemilan buatan sendiri tentu lebih lanjut terjamin zat nutrisi dan juga kebersihannya.

“Zat besi ini bisa jadi terdiri dari puding susu, dimsum ayam-brokoli, perkedel daging, pangsit ayam atau daging, otak-otak ikan, atau risoles isi daging atau ayam lalu wortel,” ucapnya.

2. Batasi makanan olahan

Dokter Lucia menyarankan pangan ultra-olahan atau ultra-processed food seperti sosis, bakso kemasan, biskuit, lalu makanan ringan, sebaiknya dibatasi.

“Makanan seperti ini memang benar sanggup meningkatkan nafsu makan sebab bumbunya (enak) sehingga menimbulkan berat badan anak naik, tapi jangan diberikan untuk jangka panjang,” jelasnya.

3. Batasi asupan kental manis

Jangan takut menambahkan unsur lain seperti keju, butter, dan juga santan ke pada snack. Selain meningkatkan cita rasa cemilan, bahan-bahan yang disebutkan juga menambah asupan lemak yang mana dibutuhkan anak.

“Selama ditambahkan pada snack, kental manis sah-sah hanya diberikan ke anak, lalu bukan sanggup dibilang sebagai pemicu stunting. Penambahan kental manis atau pun substansi lain, seperti keju, justru menghasilkan snack sehat buatan ibu jadi lebih lanjut menarik dan juga tiada membosankan,” jelas dr Elvina.

4. Batasi asupan gula

Dokter Elvina menjelaskan dari segi nutrisi juga kalori, snack rumahan tambahan terjamin dikarenakan ibu sanggup mengaturnya sendiri. Berbeda dengan snack yang digunakan dibeli dari luar, di tempat mana isi kalori kemudian gulanya sangat tinggi, untuk menciptakan makanan atau minuman yang tersebut menggugah selera pasar.

“Kita kerap lupa dengan gula tersembunyi yang banyak terkandung di snack sehari-hari seperti kue-kue, pastry, atau minuman kemasan. Jangan berbagai gula tapi rendah protein,” tegas dr Elvina.

Di sisi lain, Kementerian Bidang Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menentukan batas konsumsi gula per hari adalah 50 gram gula atau setara dengan 4 sendok makan.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *